Human
Pada saat memasukki usia remaja dan mengerti apa itu logika berpikir, mungkin sebagian dari kita semua mengerti bahwa semua manusia itu sama saja, tidak ada yang sempurna dan kesempurnaan hanya milik Yang Maha Kuasa semata. Sama saja yang dimaskud adalah bahwa kita sebagai manusia sama-sama tidak sempurna. Dengan adanya logika berpikir kita seperti ini, sebagian dari kita mengerti bagaimana caranya memanusiakan manusia, menghargai suatu perbedaan dan menerima diri sendiri sepenuhnya dengan lapang dada.
Tapi jika diterkam suatu permasalahan dan drama kehidupan, si manusia ini sering lupa akan logika berpikir yang telah dibangun di masa sebelumnya tersebut. Maka kerap kali si manusia ini merasakan minder, iri, tidak percaya pada diri sendiri, hurting herself dan bahkan yang lebih parah muncul rasa ingin bunuh diri. Balik lagi ke logika berpikir diawal bahwa manusia tidak ada yang sempurna. . . Remember!. Mungkin si manusia ini kerap kali lupa untuk kembali menggunakan logika berpikirnya, jadi pada fase ini rasanya ia ingin sekali meluapkan amarahnya kepada semesta dan berujung dengan berperilaku yang tidak menyenangkan kepada orang lain. But, remember this is my thoughts he he. Hei manusia..., it's okay not to be okay (bukan judul drakor), please! heal yourself, please don't be hard on yourself.
Oke!. Faktanya otak manusia itu terdiri dari sistem 1 dan sistem 2. Hah?!. Jadi, diibaratkan ni otak manusia mempunyai konsep Thinking Fast and Thinking Slow. Jadi sistem 1, seperti gambar di atas adalah bagian otak yang berpikir dengan cepat (Thinking Fast), berhubungan dengan ketakutan dan adanya perasaan ingin melindungi diri dari bahaya. Misalnya, kalau kita lagi jalan sore tiba-tiba ada sosok singa yang hendak menerkam, maka kita tanpa pikir panjang pasti langsung lari cepat. Nah sedangkan sistem 2 adalah bagian otak yang berpikir dengan lambat (Thinking Slow), tenang, dan hati-hati dalam membuat keputusan atas informasi yang telah didapatkan. Makanya, terkadang kalau orang lain mengajak kita jalan, kerap kali kita jawab mager atau tidak mau pergi, mengecewakan memang, tapi untuk memutuskan hal tersebut membutuhkan waktu yang lama.
Maka, dari fakta yang telah dijelaskan sebelumnya tersebut dapat menjawab dan membenarkan logika berpikir diawal, bahwa kita semua manusia ini sama saja.. tidak ada yang sempurna. Sama-sama memiliki otak yang terdiri dari 2 sistem dan struktur yang sama, namun dalam penggunaannya terkadang tidak sempurna. Nah, yang membuat kita kerap kali merasakan perbedaan atau rasa iri itu karena setiap manusia memiliki perjalanan hidup, pengalaman dan kesempatan yang berbeda, sehingga kerap kali juga menghasilkan sebuah keputusan yang berbeda dari manusia lainnya pula. Jadi, jangan merasa bersalah kalau kita terkadang lama berpikir, sulit untuk menjawab dan terlalu overthinking. Mungkin pada saat itu sistem 2 otak kita yang bekerja lebih keras daripada sistem 1. It's okay not to be okay. Remember!, yang terpenting penilaian kita di mata Sang Penguasa semua sama saja, tidak ada yang sempurna dan yang membedakan adalah amalan perilaku kita. Remember!, penilaian manusia itu bersifat subjektif, belum tentu benar. . So, i'm sorry if this post not really interesting and not good enough for you all. Remember, this is my thoughts. My Kind of Thoughts. Peace.



Komentar
Posting Komentar