Sebuah Kebingungan
Sosialisme? Komunisme? Karl Marx? Marxisme? Apa hubungannya? Back to the background, it just my perspectives. Correct me if i'm wrong, yok langsung aja tulis di kolom komentar kalau ada sesuatu yang ingin disampaikan, i still learn from this chaotic world. Kidding. Don't mind. Okay!
Kita mulai dari landasan pemikiran Sosialisme. Sosialisme lahir sebagai reaksi terhadap Revolusi Industri yang berkembang akibat munculnya Liberalisme. Dengan adanya hal tersebut menyebabkan terjadinya industrialisasi yang kemudian memunculkan praktik Kapitalisme yang lebih mementingkan individu si pemilik modal dan mengesampingkan kaum buruh yang sebagian besar berasal dari kelompok masyarakat. Oleh karena itu, Sosialisme berkembang. Sosialisme merupakan suatu paham yang berusaha mewujudkan kemakmuran bersama melalui usaha kolektif yang produktif di bawah kendali dan campur tangan pemerintah. Dalam Sosialisme, kebebasan individu dibatasi dan mengutamakan pemerataan kesejahteraan bersama. Hal ini bertujuan agar kaum pemilik modal (borjuis) tidak semena-mena lagi terhadap kaum buruh (proletar). Tokoh yang pertama kali mengemukakan ide ini bukanlah Karl Marx, tetapi Thomas More pada tahun 1478-1535. Thomas More menulis sebuah buku berjudul Utopia yang berisi tentang negara impian. Maka berkembanglah Sosialisme Utopis.
Kemudian selanjutnya Karl Marx. Siapa sih dia? Dia adalah seseorang yang berada di lukisan yang dipandang serius oleh Hitler (tokoh) dalam adegan film "Das Undertang (Downfall). Silahkan ditonton hehe. Pada tahun 1843 di Paris, Karl Marx berteman dengan tokoh-tokoh Sosialis. Karl Marx pun pada akhirnya menjadi seorang Sosialis. Saat itu keadaan dunia sedang memasuki Revolusi Industri dan Kapitalisme (sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh bagi setiap orang untuk mengendalikan kegiatan ekonomi perdagangan, industri, alat-alat produksi dengan tujuan mendapatkan keuntungan) Kemudian, berkembanglah sebuah dunia yang mulai menghasilkan barang dengan tidak lagi menggunakan jasa manusia, melainkan jasa mesin. Hal ini menyebabkan munculnya golongan kelompok yang memiliki alat produksi/mesin dan kelompok yang tidak memilikinya. Maka dari itu, munculah kelas-kelas pemilik (borjuis) dan kelas-kelas pekerja (borjuis).
Setelah melewati masa-masa itu. Karl Marx pun mulai berpikir dan menganalisis bahwa semua itu terjadi akibat adanya Kapitalisme. Menurut Karl Marx, jika Kapitalisme runtuh maka Sosialisme yang tidak memandang adanya kelas dalam pekerjaan pun terwujud. Dari sudut pandangan singkat tulisan ku ini, Karl Marx pun mendefinisikan Sosialisme-nya sendiri dalam Sosialisme Ilmiah (Marxisme). Marxisme adalah suatu paham mengenai perkembangan sejarah, sistem ekonomi dan penerepan semua aspek tersebut berpusat pada masyarakat. Tujuannya untuk menciptakan masyarakat yang bahagia dan bebas dari ketertindasan.
Paham Marxisme yang diciptakan oleh Karl Marx tersebut hanya sebatas teori. Kemudian, lahirlah aksi praktik nyata dari pandangan Marxisme tersebut yaitu, Komunisme. Komunisme adalah sistem ekonomi berdasarkan kepemilikan bersama, alat produksi dan tidak lagi ada kelas sosial, uang serta negara. Akhirnya paham Komunisme dipraktikkan oleh Lenin. Lenin dengan Uni Soivetnya mendirikan negara Komunis yang dipimpin oleh partai tunggal Komunis. Namun, waktu itu Lenin berpikir bahwa negara harus tetap ada karena musuh-musuh proletariat masih ada. Jadi negara dibutuhkan untuk menghabisi musuh-musuh itu. Setelah hal itu terjadi, menurut Lenin kaum proletariat harus memegang hegemoni (dominasi) atas kelas-kelas revolusioner lainnya. Maka, Lenin berencana mendirikan kediktatoran proletariat. Seiring berjalannya waktu, lama-kelamaan yang terjadi bukan kediktatoran proletariat, tapi malah kediktatoran partai tunggal. Bukan kaum tertindas yang dahulu dibayangkan oleh Karl Marx memimpin Uni Soviet, melainkan partai.
Pemikiran Karl Marx dengan Marxisme-nya yang ingin mengubah keadaan dimana membebaskan masyarakat dari ketertindasan, di tangan Lenin malah menjadi tragedi yang sangat menakutkan dalam sejarah peradaban dunia Internasional, dimana penindasan dan konflik terhadap suatu kaum malah mudah saja terjadi. Sekian. Bingung?. Kalau bingung.. ayo baca buku lagi 😃.



Komentar
Posting Komentar