The Geography of Genius
Buat kamu yang senang membaca, menulis, meneliti dan traveling seperti aku, buku ini sangatlah cocok untuk kamu!. Buku ini ditulis oleh Eric Weiner atau seorang pelancong filosofis dan pembuat serial kartun tv favorit anak-anak yaitu, Dora the Explorer. Buku ini sedari awal sampai selasai dibaca membuat kita merasakan euforia kesenangan mengeksplor negara lain dengan keunikan penduduk, budaya, kebiasaan dan sejarahnya masing-masing. Buku ini sangat disarankan untuk siapa saja yang haus tentang pengetahuan dan inovasi dari berbagai negara di dunia. Seperti judulnya, buku ini diangkat dari pengalaman penulis yang melakukan perjalanan keliling dunia untuk mencari tempat-tempat paling kreatif yang menghasilkan orang-orang dengan penemuan serta pemikiran jeniusnya. Buku ini terbagi menjadi 8 bab yang menceritakan masing-masing negara dengan kejeniusannya dan keunikannya. Walaupun dalam
cerita kerap kali penulis merasakan dibohongi warga setempat, tersesat dan mengalami
kerinduan terhadap keluarganya di rumah.
Bagian perjalanan favoritku yang penulis ceritakan terletak pada cerita kota Athena dan Silicon Valley. Pada bab pertama penulis melakukan perjalanan ke Athena. Athena merupakan kota yang berada di wilayah Yunani. Yunani merupakan salah satu wilayah tertua di dunia, dimana menjadi saksi bisu ilmu pengetahuan serta munculnya konsep “negara” berkembang. Yunani juga semakin menarik hati karena merupakan wilayah lahirnya dewa-dewi filsafat dunia dari Aristoteles yang mengajarkan kita tentang politik dan etika, sampai Hippocartus yang mengajarkan kita tentang ilmu kedokteran. Dengan kejeniusan mereka, ilmu yang mereka kembangkan bisa kita rasakan hingga sekarang. Penulis tertarik berkunjung ke Athena, Yunani karena dari sanalah konsep demokrasi, sains, menonton film, membaca novel dan bahasa Inggris lahir. Begitu banyak kata bahasa Inggris yang berasal dari bahasa Yunani sehingga seorang Perdana Menteri Yunani pernah menyampaikan seluruh pidatonya dalam bahasa Inggris, dengan hanya menggunakan kata-kata yang bersumber dari bahasa Yunani. Dari pernjalanannya ini Eric (penulis) menemukan hal-hal unik yang membuat Athena dikatakan tempat para jenius lahir diantaranya yaitu, mereka menghargai alam dan lebih senang berjalan kaki, mereka hidup dengan sederhana dan menyederhanakan hidup, mereka tidak takut perubahan dan bahkan kematian, mereka mengerahkan kata-kata secara tepat dan penuh kekuatan. Selain itu, penduduk Athena terbuka terhadap barang asing, orang eksentrik dan munculnya gagasan-gagasan aneh dari seseorang.
Penulis tertarik memasukkan Silicon Valley ke dalam list-list kunjungan tempat jenius di dunia yang ia lakukan dikarenakan Silicon Valley masih
ada hingga saat ini dan kejeniusannya sebagian besar masih digunakan atau
dirasakan banyak orang. Seperti adanya Facebook, Twitter, Instagram, serial
HBO atau Netflix yang kita nikmati hingga saat ini berasal dari Silicon Valley. Selama
perjalanannya penulis sempat dibuat ragu apakah Silicon Valley layak
disandingkan dengan kota Athena, Florence, Tiongkok dan lainnya. Silicon Valley masih diagungkan saat ini dikarenakan merupakan sebuah tempat kelahiran wilayah teknologi pertama
di dunia yang hasilnya digunakan oleh seluruh umat manusia di peradaban zaman
sekarang.
Sampai akhir cerita buku ini membuat aku takjub dengan ide dan pemikiran penulis. Jadi, menurutku buku ini sangat layak untuk dibaca jika kalian penasaran dengan fenomena dan hal-hal yang terjadi di dunia. Di part terakhir buku ini mengenai kota Silicon Valley, menghasilkan sebuah pertanyaan besar apakah tempat tersebut menjadi tempat hadirnya jenius terakhir? Apakah mungkin di masa depan bisa ditemukan kembali tempat jenius lainnya?. Sekian dan terima kasih.



Komentar
Posting Komentar