Does Insecurity Affect Your Productivity?


Pada saat melaksanakan volunteer di YouthOffers aku berhasil melaksanakan Sharing Session yang dimoderatori oleh aku dan bersama kak Yumni Rizqika Ahlina sebagai pembicara. Adapun menurut kak Yumni Insecurity terdiri dari beberapa part yaitu sebagai berikut:
1. Choices of Insecurity
2. Factor of Insecurity
3. Labeling
4. Game of Happiness
5. Experience & Oppurtunity
6. How to Deal with People

Seperti yang kita ketahui, insecurity adalah sebuah perasaan dalam diri kita ketika merasa tidak percaya diri, tidak bisa menerima diri sendiri, merasa jelek, tidak cantik/ganteng, tidak pintar, merasa paling dikasihani, dikucilkan, merasa tidak dianggap dan lainnya. Insecurity adalah ketika kita membandingkan diri kita dengan orang lain. Insecurity menurut Kak Yumni bisa kita tentukan berdasarkan apa yang kita rasakan. Langsung saja kita memasuki penjelasan pertama dalam sharing session ini:

1. Choices of Insecurity
Kita sebetulnya bisa memilih apakah mau tetap mempertahankan insecurity dalam diri kita, sampai kita merasa tidak nyaman sama diri sendiri, tidak percaya diri dan menyebabkan malas berinteraksi dengan orang lain. Di lain sisi, sebetulnya kita bisa memilih untuk melepaskannya saja atau berusaha menghentikan perasaan tersebut. Jika kita terus-terusan memilih untuk tetap mempertahankan insecurity dalam diri kita, maka hidup kita akan sia-sia. Jangan sampai karena perasaan insecurity yang telah lama melekat dalam diri kita membuat kita tidak bisa melakukan apa yang kita mau, tidak bisa mengungkapkan apa yang kita rasakan, dan tidak bisa meraih mimpi yang ingin kita capai. Jadi bagaimana kah cara terbaik menghilangkan insecurity dalam diri kita?. Tanamkan sejak dini perasaan Mencintai Diri Kita Sendiri (Love Yourself). Dengan mencintai diri kita terlebih dahulu kita dapat mengikhlaskan dan menerima segala kekurangan kita. Kita dapat merasa nyaman dengan siapapun, kita mudah berinteraksi dengan orang lain karena ada rasa percaya sama diri sendiri dan kita dapat dengan mudah meraih apa yang ingin kita raih dalam hidup ini. Selalu ingat dalam diri, hidup hanya satu kali saja. Jangan sia-siakan kesempatan yang telah Tuhan berikan kepada kita. Tuhan itu baik sudah mau memberikan kita kehidupan, diberikan indra perasa, pendengar, melihat serta ada otak untuk berpikir dan mencari tahu apa yang ingin kita ketahui. Selalu bersyukur, terima diri kita apa adanya karena kita itu unik. Setiap manusia mempunyai sisi kelemahannya masing-masing. Kenapa orang yang jauh lebih kurang fisiknya dari kita tetap bisa percaya diri bahkan dapat meraih sesuatu yang lebih besar dari kita?, Itu karena dia telah menerima dirinya dan berhasil menghargai dirinya sendiri yang telah berjuang dari bayi hingga dewasa untuk tetap bertahan hidup. Jangan mudah terbawa emosi dengan kritikan orang lain. Orang lain berhak mengkritik kita karena kita manusia (makhluk sosial). Walaupun kritikannya pedas, bikin kita sakit hati, terima saja jadikan motivasi untuk tetap lanjut menjalankan hidup, tetap bermimpi, dan tetap berkarya. Karena kritikan itu sifatnya subjektif, hanya dari satu pandangan saja, dan belum tentu benar. Jangan menyia-nyiakan hidup ini, karena kita berharga.

2. Factor of Insecurity
Faktor penyebab adanya perasaan insecurity dalam diri bisa disebakan karena faktor internal atau dalam diri kita sendiri dan faktor eksternal atau dari luar diri kita (orang lain, lingkungan, dan sistem sosial). Faktor internal, misalnya ketika kita merasa tidak punya teman dan merasa iri dengan orang yang lebih terkenal dari kita serta punya banyak teman. Sehingga hal tersebut membuat kita malu, tidak percaya diri, dan merasa tidak pantas berbicara dengan orang banyak. Hal yang dapat kita lakukan adalah tanamkan dalam diri sejak sekarang untuk tidak pernah menghitung teman. Teman sedikit tidak apa. Tetap cari teman yang bisa membuat nyaman, memberikan semangat untuk terus berkarya dan bisa menerima diri kita apa adanya. Sedangkan faktor eksternal bisa melalui sistem sosial yang telah mengatur kalau definisi manusia cantik/ganteng itu putih, tinggi, dan kurus. Kita harus mematahkan sistem sosial itu. Kita harus berani melakukan apa yang kita lakukan walaupun kita memiliki fisik yang berbeda atau jauh dikatakan sempurna seperti definisi yang telah terbentuk tentang manusia di sistem sosial kita.

3. Labeling
Insecurity juga bisa disebakan karena adanya labeling atau pengecapan dari perspektif orang lain yang tidak mengetahui siapa kita. Ketika kita dianggap lemah, mudah sekali terbawa emosi dan tidak pantas berada di dunia ini, hal yang sebaiknya kita lakukan adalah kita harus tetap menjalankan hidup. Walaupun rasanya berat, kamu merasa semua orang memandang benci terhadap kamu dan kamu merasa dilempar ribuan ucapan kebencian. Kamu harus tetap bertahan. Apabila jika kita sudah terlanjur dibenci banyak orang, orang lain tidak percaya dengan apa yang kita lakukan dan semua hal yang ingin kita lakukan dihalang oleh orang lain. Sebaiknya kita perlu istriahat. Seperti contoh dari Kak Yumni, ketika ia merasa seperti itu, dia memutuskan untuk berhenti sejenak bermain media sosial. Setelah merasa tenang, kita bisa kembali berdiri dengan lebih percaya diri, menjadi orang yang membawa jati diri baru, penuh semangat, tidak peduli apa kata orang dan dapat lanjut untuk meraih apa yang diinginkan.

4. Game of Happiness
Konsep Game of Happiness pernah Kak Yumni bawa dalam event TEDx di kampusnya. Game of Happiness adalah kita harus berani menerapkan permainan kebahagiaan dalam diri kita. Pertama yang kita lakukan adalah kita dapat mencari hal-hal yang dapat membuat kita bahagia. Misalnya, menjalankan hobi yang kita suka, menonton film yang kita suka dan mendengarkan musik yang membuat kita merasa tenang. Jika kita sudah tahu kebahagiaan kita. Kita harus optimis tetap memainkan atau menjalankannya dalam hidup kita. Dengan adanya perasaan bahagia kita dapat menjadi lupa bagaimana merasakan insecurity atau tidak percaya diri. Jangan pikirkan pendapat orang lain. Tetaplah menjadi diri sendiri dan temukan warna kita sendiri. Orang lain tidak bisa menjadi kita. Begitupun kita sebaiknya. Kita berbeda, namun dengan adanya perbedaan itu jangan mudah menyerah dan malas untuk belajar suatu hal. Karena jika kita menerapkan prinsip Game of Happiness tersebut kita juga dapat mengembangkan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Jangan membuat diri kita menjadi susah dan merasa tidak nyaman dalam menjalankan hidup ini. Tenang saja. Cari kebahagianmu. Teruslah berjalan dan menjadi apa yang kau mau. 

5. Experience & Oppurtunity dan 6. How to Deal witth People
Semua orang pasti pernah merasakan insecure. Jadi, jika kalian pernah atau sedang merasakan hal tersebut jangan lupa untuk mensharing eksperimen yang kalian rasakan ke orang lain. Karena agar orang lain yang juga merasakan hal tersebut tidak merasa sendiri dan dikucilkan. Kita harus bisa sama-sama memanfaatkan kesempatan bersama untuk mengalahkan insecurity dalam diri. Misalnya, kita dapat pergi ke psikolog. Pergi ke psikolog bukanlah sebuah tindakan kriminal dan tindakan yang memalukan. Bukan berarti kalau kita pergi ke psikolog kita bisa dikatakan gila. Psikolog dapat membantu mendengarkan masalah atau keluh-kesah kita. Psikolog juga dapat memberikan solusi bagaimana cara terbaik menghadapi insecurity yang kita alami. Seperti pengalaman speaker atau Kak Yumni saat ia pergi ke psikolog. Psiokolog mengatakan satu hal yang dapat menghilangkan rasa insecurity yang paling efektif adalah diri kamu sendiri. Jadi, kita harus berani bertindak, mengambil suatu keputusan untuk menghilangkan rasa insecurity dalam diri sendiri, dan pandai menentukan pilihan dalam menjalankan hidup

Kemudian berikut Q&A yang telah aku ambil (bagian terpenting) dari sharing session:   

1. Bagaimana cara seorang insecurity menghadapi orang baru dengan baik?
Caranya adalah siapkan dirimu. Buat catatan apa saja hal yang perlu kamu lakukan nanti ketika bertemu orang baru tersebut, apa saja yang akan dibicarakan dan jangan lupa perhatikan situasi disekitar. Jangan takut. Buang semua pikiran negatif dan keraguan dalam dirimu. Percaya bahwa kamu bisa. 

2. Aku adalah seorang yang introvert dan memiliki insecurity. Apakah aku harus pergi ke psikolog?
Insecurity itu tidak semuanya dirasakan oleh seseorang yang introvert. Walaupun introvert terkenal dengan sisi menyendiri, bukan berarti sifat introvert itu buruk. Introvert sering dikaitkan dengan insecurity karena seorang introvert terkadang takut berbicara depan orang banyak dan terlibat banyak event, sehingga ia terkadang dianggap terlalu penakut atau insecure. Padahal introvert adalah salah satu jenis kepribadian. Jangan khawatir. Introvert itu sama dengan Ekstrovert yang periang, karena sama-sama jenis kepribadian. Bedanya kalau introvert lebih senang berada dalam ruang lingkup yang kecil. Jangan ragu, tetaplah berbicara jika kamu ingin bicara, tetap memberikan pendapat, tetap berinteraksi dengan orang lain, dan tetaplah bergerak untuk mewujudkan mimpi. Jika kamu tidak percaya dan merasa tidak mampu mengatasi kedua hal ini, kamu boleh pergi ke psikolog. Katakan semua yang kamu khawatirkan. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Psikolog siap mendengarkan semua ceritamu tanpa kamu merasa khawatir akan dihina. 

3. Bukankah insecurity itu buruk? Dan menjadi seseorang yang overconfident juga buruk?
Sesungguhnya kedua hal tersebut akan menjadi buruk apabila terus dilakukan secara berlebihan. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Cermatlah dalam mengatur sikapmu. Tetap menjadi dirimu. Karena aku adalah aku. Aku tidak mungkin menjadi kamu. Begitupun sebaliknya. Jangan bandingkan dirimu dengan aku. Tetaplah menjadi seseorang yang profesional dalam menjadi kehidupan, tahu mana hal baik yang harus dilakukan dan tahu mana hal buruk yang harus dibatasi.

4. Bagaimana cara mengatasi toxic people?
Jika kita berada di lingkungan toxic people. Dan mereka susah dinasehati. Tinggalkan saja. Lupakan. Keluar dari zona tersebut. Apabila kita terhanyut dalam jaringan tersebut, mimpi dan tujuan yang telah dibangun sendiri akan sulit tercapai karena kita terlalu fokus terhadap mereka. Pergi dari mereka dan berani untuk membuat perubahan pada dirimu menjadi pribadi yang lebih lagi. Pikirkan diri kamu sendiri. Karena hidup hanya sekali. Jangan terus berfokus kepada orang lain.

5. Bagaimana cara menanggapi orang-orang yang tahu kalau kita insecure tetapi malah menjatuhkan kita?
Hal sederhana yang dapat kita lakukan adalah buktikan kalau kamu tidak buruk. Kamu lebih baik daripada orang tersebut. Jangan terpancing emosi duluan. Buang semua kalimat atau hal menjatuhkan yang pernah ia lakukan kepada kamu, lupakan seperti angin yang lalu.

6. Apa perbedaan minder dan insecurity?
Minder sifatnya hanya berlangsung sesaat pada waktu tertentu dan sifatnya hanya sementara, sedangkan insecurity sifatnya dapat berlangsung lama apabila kita tetap mengembangkannya dalam diri.
 
7. Bagaimana cara kita mengatasi rasa insecurity saat kita berada dalam team work?
Jika kamu merasa insecure. Sulit mengungkapkan bahwa pekerjaan itu tidak cocok untuk kamu, sulit menyatakan pendapat dan sulit melakukan pekerjaan yang diberikan dalam tim. Kamu harus bisa mencari satu orang di dalam ruang lingkup team work tersebut yang memiliki jabatan yang besar serta dapat kamu percayai. Kamu bisa ungkapkan ke satu orang tersebut apa perasaan kamu sebenarnya di dalam = tersebut. Baru nanti dia yang akan menyampaikan ke seluruh team work kamu.

8. Bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri?
Jangan biarkan rasa insecurity melekat lama di dalam jiwa dan diri kita. Jangan biarkan kamu merasa nyaman berlama-lama dengan rasa tersebut. Ingat kamu punya mimpi yang harus dicapai.



💖REMINDER!!!💖
Your self-worth is Not Defined by How Other People Treat You!

Komentar

Postingan Populer