A Day in My Life: Meet and Talk with The Diplomat
Adapun beberapa pertanyaan yang diajukan sebagai berikut:
Jawaban: Indonesia pernah menjadi anggota Dewan Keamanan PBB. Saya akan membahas melalui perspektif umum membahas mengenai kasus Suriah dengan hadirnya peace keeping. Indonesia menjadi bagian dari anggota Dewan Keamanan HAM PBB merupakan hal yang sangat penting. Melalui keanggotaan Dean Keamanan HAM PBB, Indonesia terlibat secara langsung dalam proses pengeluaran resolusi. Strategi Indonesia agar tetap dapat terlibat dalam Dewan Keamanan HAM PBB adalah dengan memprioritaskan isu peace keeping dan perempuan/gender, pemajuan HAM Indonesia di tingkat nasional hingga internasional.
2.Selama masa
kuliah dahulu, hal apa saja yang Bapak persiapkan hingga saat ini bisa menjadi
seorang Diplomat?. Apakah setelah selesai S1 baiknya kita mencari pengalaman
bekerja dahulu di tempat lain atau langsung kuliah S2 untuk mempersiapkan diri
dalam berkarir menjadi Diplomat?
Jawaban: Yang harus
dipersiapkan adalah aspek pembagunan kapasitas pribadi. Kita harus berfokus
dalam pengembangan kemampuan menganalisa. Lakukan networking, temui banyak orang, kumpulkan banyak pengalaman, lakukan sharing idea. Pelajari banyak bahasa seperti bahasa arab, jepang, perancis. Biasakan
membangun kreativitas. Misal, pada saat pandemi ini menjadi momen yang sangat penting untuk kita manfaatkan mencari ide yang kreatif dan membentuk problem solving.
3.Apakah ada
kesulitan yang Bapak rasakan pada saat baru memulai berkarir menjadi seorang
Diplomat? Jika ada, lantas bagaimana Bapak menghadapi kesulitan tersebut?.
Jawaban: Pada awal berkarir
Diplomat kita berada di proses seleksi SEKDILU (Sekolah Dinas Luar Negeri) terlebih dahulu baru kemudian menjadi perwakilan Indonesia di dunia internasional yang harus selalu siap menghadapi isu-isu baru dan berbeda. Kita harus tetap mau belajar memahami apa yang
diperjuangkan oleh Indonesia. Saya dahulu belajar mengenai perjuangan keamanan
Indonesia dari awal kemerdekaan.
4.Seperti yang
saya lihat di sosial media, para Diplomat sering kali berpergian ke Luar Negeri
untuk melaksanakan aksi Diplomasi dan mewujudkan kepentingan Negera Republik
Indonesia, saya ingin bertanya secara lebih spesifik hal-hal apa saja yang
dikerjakan para Diplomat ketika berada di kantor dan hal-hal apa saja yang
dipersiapkan para Diplomat ketika hendak melaksanakan aksi Diplomasi ke Luar
Negeri?.
Jawaban: Kita harus melakukan pendalaman terhadap negara yang ingin kita lakukan proses diplomasi dalam berbagai bidang terlebih dahulu. Khususnya pada masa pandemi saat ini sangat challenging sekali, kita harus melakukan test pcr, kita harus bisa mengidentifikasikan peluang yang ada. Kita sering banget punya visi, tapi kadang kita bingung bagaimana harus melaksanakannya. Misalnya, di Turki kita melakukan promosi pariwisata Indonesia, kita lakukan riset terhadap penggunaan sosial media Turki agar bisa menarik audiens terkait minat pariwisata Indonesia. Indonesia sempat mengundang 3 influencer Turki terkait kepentingan Indonesia dan Turki. Kita fasilitasi pembuatan videonya.
5.Bagaimana
kondisi Turki selama masa pandemi saat ini? Apakah ada kerja sama antara Indonesia dan Turki selama
masa pandemi ini?
Jawaban: Dari bulan Juni lalu Turki sudah membuka perbatasan. Mereka melakukan investasi mengenai bidang kesehatan sejak 20 tahun yang lalu. Tahun 2020 menjadi milestone kerja sama Indonesia dan Turki dalam berbagai bidang diantaranya riset dan teknologi, penanganan pandemi Covid, pengembangan vaksin secara bersamaan. Turki sangat mandiri dalam bidang kesehatan. Selain itu, Indonesia dan Turki juga bekerja sama dalam bidang Dirgantara. Kemudian, dalam bidang infrastruktur, khususnya Indonesia saat ini ingin membangun ibu kota baru. Dan kerja sama yang dilakukan lainnya adalah dalam bidang start-up/teknologi serta industri 4.0. Negara Turki berada di posisi kedua terbesar setelah Tiongkok dalam pengembangan bidang industri.



Komentar
Posting Komentar