Menulis Itu Susah?


Gambar di atas aku refleksikan sebagai bentuk pikiran kita yang terkadang overthinking atau ruwet sekali untuk berpikir sehingga sangat susah untuk memulai kegiatan menulis atau menuangkan isi pikiran dalam bentuk tulisan.

Oleh karena itu, pada hari ini aku diberikan kesempatan untuk mengikuti kelas “Teknis Dasar untuk Mahir Menulis Artikel” bersama Kak Alifa Justisia seorang Content Writer dan Community Editor dari Good News From Indonesia (GNFI) yang berkolaborasi bersama Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada. Adapun pemaparan materi yang diberikan Kak Alifa terbagi menjadi 4 poin diantaranya sebagai berikut:

1.Pengenalan Jurnalistik

Jurnalistik terdiri dari media cetak, elektronik dan media online.

Jurnalistik sifatnya bisa berupa opini, soft news (menunjukkan sisi humanis seseorang), hard news (disajikan secara actual, up to date, bersifat apa adanya, memiliki unsur 5W + 1H), investigasi (berupa sebuah peristiwa yang sedang berjalan, bersifat mengungkapkan kebenaran), artikel (karangan berisi fakta, gagasan dengan tujuan mengedukasi, menghibur dan mempersuasi pembaca).

2.Menentukan Ide Menulis

-Mulailah dengan pertanyaan dalam diri “Apa yang sedang trend saat ini?”. Hal ini bertujuan agar tulisan dapat tersampaikan ke khalayak luas dan memiliki potensi untuk disukai pembaca. Untuk mengetahui pertanyaan tersebut dapat dilihat dari tools google trends berdasarkan negara masing-masing atau fitur people also ask keyword surfer dari Google. Akan tetapi kita juga bisa menuliskan sesuatu yang tidak trending lagi dengan bantuan fitur keyword everywhere untuk mengetahui seberapa besar peminat topik yang hendak kita tulis.

-Membuat kerangka atau outline artikel. Hal ini bertujuan agar tulisan kita tetap dapat tersalurkan dengan fokus. Mesin pencarian google tidak suka dengan tulisan yang berbelit-belit atau kalimat pembuka yang terlalu panjang, hal ini dikarenakan terkadang seseorang dalam membaca artikel online cenderung membacanya dengan cepat untuk mengetahui tujuan serta maksud dari artikel yang disampaikan penulis.

3.Menyusun Paragraf yang Baik dan Saling Berkaitan

Tulislah karya yang mampu memenuhi kebutuhan pembaca dengan mengandung unsur 5W + 1H dan dalam menulis harus bersabar. Setiap orang bisa menulis, tetapi setiap orang tidak bisa menulis secara sistematis. Untuk melatih menulis secara sistematis dapat dilakukan dengan menggunakan tangan, pelajari EYD dan KBBI, serta rajin membaca.

4.Mengatasi Hambatan dalam Menulis

Biasanya sebagai penulis kita kerap kali merasa stuck, bingung mau menulis apa, blank, tulisan berhenti ditengah jalan. Hal-hal tersebut dinamakan dengan writer’s block. Apabila kita sedang mengalami writer’s block hal yang dapat dilakukan adalah tidak panik, menarik nafas secara perlahan. Terkadang kita perlu mengandalkan diri sendiri tidak hanya dalam kondisi baik-baik saja, akan tetapi kita juga harus mengandalkan diri sendiri atau mengontrol diri pada saat kondisi tidak baik-baik saja, take a break dengan melakukan hobi, mencari referensi ketika ada perasaan sudah ingin menulis kembali.

 

Komentar

Postingan Populer