New Year, New Me^^
Setiap berganti tahun pasti diri kita menginginkan suatu
hal yang baru. Oleh karena itu, kerap kali kita membuat resolusi baik yang
dicatat di dalam hp, journal atau
sekadar di dalam imajinasi pikiran kita. Lantas apa sih makna dari resolusi tersebut? Dan
bagaimana membuat serta mewujudkannya?. Berikut adalah sebuah rangkuman yang
aku ikuti melalui zoom class bersama
kak Ananza Prili dan Lacoco:
1.
Importance of Resolution
-Dengan membuat resolusi kita menjadi lebih fokus
terhadap diri sendiri, memikirkan keinginan apa yang kita ingin capai. memikirkan
area mana di dalam kehidupan entah itu seperti kesehatan mental, traveling atau lainnya yang mau kita
pilih untuk melakukan perubahan dan harus
betul-betul tau jelas apa alasan dibaliknya.
-Memberikan kita motivasi untuk mencapai sesuatu secara
lebih optimis
-Bisa melihat progress hidup kita. Apakah sesuai dengan
track atau nilai yang kita pegang dalam menjalani kehidupan.
2. How to Make
a Good Resolution
-Identifikasi hal-hal yang benar-benar penting untuk kehidupan
kita.
-Menggunakan metode SMART (Spesifik. Terukur, Dapat
dicapai, Relevan dan Terikat waktu). Hal ini supaya kita tau batas diri kita
dan tidak mudah kecewa sama ekspektasi atau pikiran diri kita sendiri dalam
mewujudkan sebuah resolusi.
-Dokumentasikan resolusi kita dan buat rencana yang jelas
untuk mencapainya.
3. Making Vision
Board
4. Kesalahan
yang Harus Dihindari dalam Membuat Resolusi
-Jangan mentetapkan tujuan atau resolusi yang terlalu
tinggi dan tidak realistis.
-Membuat terlalu banyak resolusi.
-Mengabaikan pencapaian-pencapaian kecil.
-Tidak memiliki rencana pendukung atau plan b.
5. What If I
Face Challenges?
-Ambilah waktu yang tepat untuk membuat resolusi yang
sesuai dengan diri sendiri.
-Adanya perubahan rencana dalam mewujudkan sebuah resolusi
bukan merupakan suatu kegagalan.
-Jangan takut untuk memulai dari awal dalam mewujudkan
sebuah resolusi. Jika memang penting tetap lakukan.
6. Resolution
as Self Care
-Membuat resolusi merupakan bentuk self care misalnya seperti bermeditasi, jounaling dan menjaga kesehatan mental.
*Last but not least, rejection is rederiction 😊💖



Komentar
Posting Komentar